Ilustrasi narkoba jenis sabu-sabu.(f/ist)
SIMALUNGUN, Metro24 -Kepolisian Sektor Tanah Jawa tindaklanjuti informasi maraknya peredaran narkoba jenis sabu oleh jaringan bandar narkoba berinisial HR ke wilayah hukum Polsek Tanah Jawa Resort Simalungun, Rabu (11/3).
Kanit Reskrim Polsek Tanah Jawa Iptu Fritsel G Sitohang SH MH mengungkapkan bahwa pihaknya menindaklanjuti informasi dugaan peredaran narkoba jenis sabu tersebut.
“Kita tindaklanjuti infonya,” katanya saat dikonfirmasi pada Rabu (11/3/2026).
Sebelumnya dugaan peredaran narkotika jenis sabu di wilayah hukum Polsek Tanah Jawa resort Simalungun, kembali menjadi sorotan publik. Warga menilai dugaan aktivitas transaksi narkoba di sejumlah lingkungan Kecamatan Jawa Maraja Bahjambi ini kian meresahkan dan diduga melibatkan oknum ‘nakal’
Informasi yang dihimpun sejumlah nama kerap disebut warga sebagai pihak yang diduga berperan penting dalam jaringan peredaran barang haram di wilayah hukum Polres Simalungun.
Seorang pria berinisial HR disebut-sebut berdomisili di Kampung Korem Nagori Mekar Bahalat yang diduga merupakan ‘big bos’ menyiapkan barang haram itu ke beberapa titik, sebelum didistribusikan oleh pihak kaki tangan bandar, diantaranya di Kecamatan Jawa Maraja Bah Jambi dan Huta Bayu Raja.
Selain itu, warga juga menyebut adanya oknum ‘nakal’ yang diduga turut terlibat di wilayah Bah Joga khususnya Marihat Bayu, Mancuk, serta Maligas Bayu hingga sampai Dolok Sinumbah. Jalan ini merupakan jalur penting bagi HD, TK, TK dan AI disebut orang kepercayaan bandar narkoba berinisial HR ini.
Seorang warga yang sempat ditemui yang meminta identitasnya dirahasiakan mengaku resah dengan aktivitas transaksi yang disebut terjadi hampir setiap hari.
“Siang malam jaringan ‘big bos’ narkoba berinisial HR ini diduga ada transaksi sabu. Pembelinya bukan hanya warga sekitar, banyak juga dari luar,” ujarnya, Selasa (10/3/2026).
Ditambahkannya, diantara seputaran Bah Joga khususnya Marihat Bayu, Mancuk, serta Maligas Bayu hingga sampai Dolok Sinumbah omsetnya hingga ratusan juta rupiah.
“Ngak main-main, ratusan juta omset peredaran sabu di situ, kayaknya terkesan bebas kali, ‘big bos’ inisial HR ini juga terkenal. Semua orang tau di sini. Tapi herannya kok tidak ditangkap HR ini nya?, aparat terkesan terkecoh,” ujarnya kecewa.
Pria lainnya yang mengaku bernama Heri (43) ini berharap, polisi dapat mengungkap dan menangkap jaringan ‘big bos’ narkoba berinisial HR ini dan para pelaku yang telah meresahkan masyarakat sekitar ini.
Sebab menurutnya di daerah tersebut sering terjadi pencurian dan perkelahian dengan pelaku yang kuat diduga disebabkan karena terusik dengan peredaran narkotika dimaksud.(age)












