Ilustrasi narkotika jenis sabu-sabu.(f/ist)
SIANTAR, Metro24 -Dugaan peredaran narkotika jenis sabu di Jalan Rakutta Sembiring salah satu Jalan utama di Kota Pematangsiantar, kembali menjadi sorotan publik, Jum’at (6/3).
Warga menilai dugaan aktivitas transaksi narkoba di sejumlah lingkungan Kecamatan Siantar Martoba ini kian meresahkan dan diduga melibatkan pemain lama.
Informasi yang dihimpun sejumlah nama kerap disebut warga sebagai pihak yang diduga berperan dalam jaringan peredaran barang haram tersebut.
Seorang pria berinisial RS disebut-sebut merupakan ‘big bos’ yang diduga menyiapkan barang haram itu ke beberapa titik, sebelum didistribusikan oleh pihak lain diantaranya Jalan Rakutta Sembiring salah satu Jalan utama di Kota Pematangsiantar.
Selain itu, warga juga menyebut adanya pemodal baru yang diduga komplotan hingga terkesan darurat narkoba turut terlibat di Kecamatan Siantar Utara hingga Siantar Martoba (khususnya Kelurahan Pondok Sayur dan Naga Pita). Jalan ini merupakan jalur penting.
Seorang warga yang sempat ditemui yang meminta identitasnya dirahasiakan mengaku resah dengan aktivitas transaksi yang disebut terjadi hampir setiap hari.
“Siang malam jaringan bandar narkoba berinisial RS diduga ada transaksi sabu. Pembelinya bukan hanya warga sini, banyak juga dari luar,” ujarnya, Kamis (5/3)2026) malam.
Ditambahkannya, diantara seputaran SPBU Rakuta Sembiring, bekas Terminal Perluasan dan sebelumnya juga di seputaran Pulo Kumba Kota Pematangsiantar, katanya.
“Ngak main-main lah ratusan juta omset peredaran sabu di situ, kayaknya terkesan bebas kali, bandarnya inisial RS ini juga terkenal. Semua orang tau di sini. Tapi herannya kok tidak ditangkap RS ini nya?, aparat kayak terkecoh. Apa karena itu tadi nya?,” ujarnya kecewa.
Pria paruh baya yang mengaku marga Turnip ini berharap, polisi dapat mengungkap dan menangkap jaringan bandar narkoba berinisial RS ini dan para pelaku yang telah meresahkan masyarakat, sebab di daerah tersebut sering terjadi perkelahian dengan pelaku yang kuat diduga disebabkan karena terusik peredaran narkotika.
Keluhan serupa disampaikan warga lainnya, menyebut dugaan peredaran narkotika diantaranya jenis diduga sabu di wilayahnya semakin terbuka dan berdampak pada meningkatnya tindak kriminal dan pencurian yang diduga dipicu oleh penyalahgunaan narkotika.
“Sekarang jaringan bandar narkoba berinisial RS ini terkesan terang-terangan. Bahkan ada perempuan yang datang membeli. Kami khawatir dampaknya ke lingkungan, apalagi belum lama ini ada juga perkelahian dan kemalingan,” katanya.
Warga juga menyoroti lokasi yang disebut-sebut menjadi titik aktivitas tersebut tidak jauh dari kantor dinas terkait, dengan jarak diperkirakan sekitar satu kilometer. Mereka mempertanyakan efektivitas penindakan, mengingat menurut informasi masyarakat, aparat pernah melakukan penggerebekan dekat lokasinya.
“Kami berharap, polisi mengungkap dan menangkap jaringan bandar sabu berinisial RS ini. Kami sudah resah dan takut anak-anak kami terpengaruh jadi pemakai sabu. Apalagi mereka menjual paket dengan harga terjangkau ada (Rp100 ribu), terkadang Rp80 ribu bisa),” katanya.
Kemudian dikatakannya transaksi dan peredaran narkoba jaringan RS diduga masih terjadi dan menjadi masalah serius di Kota Pematangsiantar.
Menanggapi hal itu, Kasat Narkoba Polres Siantar AKP Irwanta Sembiring saat dikonfirmasi melalui whatsapp, menyebut pihaknya akan menindaklanjuti informasi tersebut.
“Siap, kami lidik dan tindak tegas. Terimakasih informasinya,” katanya pada Jum’at (27/2/2026) malam kemarin.(tim)












