Korban saat mendapatkan perawatan medis di Rumah sakit.(f/ist)
SIMALUNGUN, Metro24 – Kapolsek Tanah Jawa resort Simalungun Kompol Asmon Bufitra mengatakan, korban penembakan di blok 52 Simpang pondok 8 PT Perkebunan Nusantara (PTPN) IV masih dalam perawatan medis,
“Masih di rumah sakit,” katanya singkat via telepon Androidnya Kamis (4/12).
Informasi yang dihimpun korban diketahui bernama Rudianto (43) warga Huta Marubun 1 Nagori Marubun Jaya Kecamatan Tanah Jawa Kabupaten Simalungun mengalami luka tembak di bahagian kepala dan masih menjalani perawatan intensif di RS Balimbingan sementara satu temannya berhasil selamat.
“Peluru yang belum diketahui jenis, mili meter dan senjatanya masih bersarang di kepala korban,” sebut seorang sumber minta identitas tidak disebut pada Kamis (4/12/2025) siang.
Dikatakannya kondisinya masih kritis, mari kita sama-sama mendoakan,” ucapnya. Lebih lanjut dikatakannya peluru dari tembakan itu bersarang di kepala korban.
“Dari keterangan dokter, (peluru bersarang) di kepala korban. Ia mengaku prihatin setelah melihat kondisi korban penembakan,” katanya.
Sementara manager PTPN IV Unit Marihat Andi Sahatma Purba sampai saat ini belum dapat diminta penjelasan kronologi dugaan penembak dan penganiayaan tersebut.
Sebelumnya korban lainnya bernama Boni Marantika (41) warga Kampung Korem Desa Mekar Bahalat Kecamatan Jawa Maraja Bah Jambi, Kabupaten Simalungun meregang nyawa.
Korban tewas diduga dianiaya oleh sejumlah oknum petugas pengamanan PT Perkebunan Nusantara (PTPN) IV Kebun Bah Jambi pada 22 September 2025.
Pada malam naas kejadian itu sekira pukul 24.00 WIB korban bersama temanya berada di areal Kebun (PTPN) IV Afdeling II Ban Jambi diduga hendak mencuri buah kelapa sawit.
Petugas yang mengetahui keberadaan korban langsung melakukan penangkapan. Saat itu juga korban dan temannya berusaha untuk melarikan diri. Namun korban berhasil ditangkap oleh pihak pengamanan.
Sedangkan dua temannya berhasil melarikan diri. Malam itu juga setelah ditangkap korban dibawa ke kantor Papam Bah Jambi dengan kondisi tangan terborgol.
Sekitar pukul 3 dini hari keluarga korban mendatangi kantor Papam. Dan melihat kondisi Boni lemah kritis tangan diborgol. Kemudian korban dibawa ke rumah sakit terdekat. Karena pihak medis melihat kondisi kritis dianjurkan ke RS Kota Pematangsiantar.
Namun belum ada pertolongan medis korban keburu meninggal. Sedang mayat korban juga telah dilakukan diautopsi untuk mengetahui motif kematian korban yang diduga dianiaya oknum pengamanan dan kasusnya masih di tangani pihak kepolisian.(age)












