Tim SAR yang terdiri dari Basarnas Danau Toba, kepolisian, Koramil, TNI AL, dan BPBD Toba.(f/ist)
MEDAN, Metro24 -Berbagai upaya terus dilakukan tim SAR gabungan untuk mencari Christopher Rustam (21), mahasiswa Universitas Katolik Santo Thomas (Unika) Medan, yang hilang tenggelam di Air Terjun Situmurun Danau Toba, Sumatera Utara, sejak Sabtu (11/4/2026).
Informasi yang dihimpun dari Kompas.com pada hari pencarian ke-6 atau pada Kamis (16/4/2026), tim menurunkan drone bawah air untuk mendeteksi keberadaan Christopher.
“Tim penyelam melakukan pendeteksian di dasar air danau menggunakan drone dengan kedalaman 20 meter hingga 70 meter,” ujar Kasi Humas Polres Toba, Ipda Khairuddin, dalam keterangan tertulisnya, Jumat (17/4/2026).
Namun, upaya penggunaan drone itu belum membuahkan hasil.
“Yang terdeteksi lewat kamera drone ada bebatuan yang curam dan dasar air di danau, tetapi korban tidak terdeteksi,” ungkapnya. Khairuddin juga membeberkan selama pencarian proses penyelaman juga terus dilakukan. Luas radiusnya bahkan terus diperlebar dari titik awal korban hilang.
“Tim gabungan memperluas pencarian korban dengan radius 200 meter dari titik lokasi korban tenggelam dengan titik selam di kedalaman 40 meter,” ujar Khairuddin.
Lebih lanjut, Khairuddin juga mengatakan bahwa hingga, Jumat (17/4/2026), pada hari ke-7 pencarian, Tim SAR gabungan terus berupaya mencari Christopher.
Berbagai upaya telah dilakukan Tim SAR yang terdiri dari Basarnas Danau Toba, kepolisian, Koramil, TNI AL, dan BPBD Toba di hari ketujuh ini, tetapi tidak membuahkan hasil, maka proses pencarian dihentikan dan atau ditutup pada Jumat (17/4/2026),” ujar Kasi Humas Polres Toba, Ipda Khairuddin dalam keterangan tertulisnya, Sabtu (18/4/2026).
Sebelumnya, peristiwa tenggelamnya Christopher terjadi pada Sabtu (11/4/2026) sekitar pukul 12.00 WIB. Saat itu, Christopher bersama 59 orang temannya dan pendamping dari kampus, Romo R.D Ngadiono, datang untuk berekreasi.
Mereka menggunakan Kapal Penumpang KM Sibole-Bole 01 Silima Lombu. Setibanya di sana, Christopher dan temannya berenang di Seputaran Jatuhan Air Terjun Situmurun. Selang 20 menit kemudian, kaki Christopher kram hingga membuatnya tenggelam.
“Melihat hal itu (teman korban) langsung cepat mengambil pelampung dari kapal dan berenang menghampiri korban, tetapi korban sudah tidak terlihat lagi. Setelah dilakukan pencarian korban belum ditemukan,” ujar Kasi Humas Polres Toba Ipda Khairuddin dalam keterangan tertulisnya, Minggu (12/4/2026).
Menerima informasi itu, personel Polsek Lumban Julu dan Basarnas Ajibata langsung melakukan pencarian menggunakan kapal boat dan juga menurunkan penyelam, tetapi belum membuahkan hasil.(age)












