Ruas Jalan Bahagia Pasar IA Kelurahan Perdagangan III Kecamatan Bandar Kabupaten Simalungun.(f/metro24)
SIMALUNGUN, Metro24 -Wilayah hukum Polsek Bandar Huluan resort Simalungun menuai sorotan kasus peredaran Narkoba, Rabu (17/6).
Kali ini beredar informasi keterlibatan oknum aparat ‘nakal’ berinisial BJ dalam kasus jaringan peredaran narkoba.
Masalah narkoba terus menjadi sorotan media cetak maupun elektronik di tingkat daerah maupun nasional, hingga dari lembaga legislatif dan aparat penegak hukum.
Kali ini, oknum aparat ‘nakal’ berinisial BJ ini berperan mengkordinir “stabil” dari bandar narkoba ke tingkat oknum aparat ‘nakal’ lebih tinggi.
Ironisnya, peran mengkordinir “stabil” dari bandar narkoba ke tingkat oknum aparat ‘nakal’ lebih tinggi ini sudah terstruktur dan berlangsung lama.
Parahnya itu bukan cerita baru dilingkungan pengkonsumsi barang haram yang diduga berada dalam penguasaan oknum aparat yang seharusnya menjadi garda terdepan menjaga ketertiban masyarakat.
Sementara Kapolsek Bandar Huluan Iptu Patar Banjar Nahor ketika dikonfirmasi mengatakan, “Oia pak?
Di Bandar daerah mananya pak? Ooh. Ok. Makasih infonya. Kita tindaklanjuti,” katanya pada Rabu (17/6/2026) sore.
Sebelumnya Kepolisian Sektor Bandar Huluan tindaklanjuti informasi maraknya peredaran narkoba jenis sabu oleh jaringan bandar narkoba berinisial JT ke wilayah hukum Polsek Bandar Huluan Resort Simalungun, Senin (15/6).
Kapolsek Bandar Huluan Iptu Patar Banjar Nahor mengungkapkan bahwa pihaknya menindaklanjuti informasi dugaan peredaran narkoba jenis sabu tersebut.
“Siap. Makasih infonya. Kita lidik,” katanya pada Senin (15/6/2026).
Dugaan peredaran narkotika jenis sabu di wilayah hukum Polsek Bandar Huluan resort Simalungun, kembali menjadi sorotan publik. Warga menilai dugaan aktivitas transaksi narkoba di sejumlah lingkungan Kecamatan Bandar Masilam dan Kecamatan Bandar ini kian meresahkan dan diduga melibatkan oknum aparat ‘nakal’
Informasi yang dihimpun sejumlah nama kerap disebut warga sebagai pihak yang diduga berperan penting dalam jaringan peredaran barang haram di wilayah hukum Polres Simalungun.
Seorang pria berinisial JT disebut-sebut berdomisili di Huta Tapak Kuda Nagori Gunung Serawan, menyiapkan barang haram itu ke beberapa titik, sebelum didistribusikan oleh pihak kaki tangan bandar, diantaranya di Kecamatan Bandar Masilam dan Kecamatan Bandar.
Selain itu, warga juga menyebut adanya oknum aparat ‘nakal’ yang diduga turut terlibat di Kecamatan Bandar Masilam dan Kecamatan Bandar. Jalan ini merupakan jalur penting bagi
UN alias Pelor disebut orang kepercayaan bandar narkoba berinisial JT ini.
Tidak hanya itu, nama lain seperti Paklek alias TN di Nagori Bandar Masilam, serta duet AT alias Kecewa dan MN disebut-sebut berperan sebagai pemain utama dalam bisnis haram tersebut.
Seorang warga yang sempat ditemui yang meminta identitasnya dirahasiakan mengaku resah dengan aktivitas transaksi yang disebut terjadi hampir setiap hari.
“Siang malam jaringan ‘big bos’ narkoba berinisial JT ini diduga ada transaksi sabu. Pembelinya bukan hanya warga sekitar, banyak juga dari luar,” ujarnya, Senin (15/6/2026).
Ditambahkannya, diantara seputaran Bandar Masilam dan Kecamatan Bandar omsetnya hingga ratusan juta rupiah.
“Ngak main-main, ratusan juta omset peredaran sabu di situ, kayaknya terkesan bebas kali, ‘big bos’ inisial JT ini juga terkenal. Semua orang tau di sini. Tapi herannya kok tidak ditangkap JT ini nya?, aparat terkesan terkecoh,” ujarnya kecewa.
Pria lainnya yang mengaku bernama Heri (43) ini berharap, polisi dapat mengungkap dan menangkap jaringan ‘big bos’ narkoba berinisial JT ini dan para pelaku yang telah meresahkan masyarakat sekitar ini.
Sebab menurutnya di daerah tersebut tingkat kriminal meningkat dan sering terjadi pencurian dan perkelahian dengan pelaku yang kuat diduga disebabkan karena terusik dengan peredaran narkoba.
Warga juga sampai saat ini sudah melakukan pemantauan dan dikawatirkan warga bertindak di luar ketentuan hukum yang berlaku, ungkapnya.(age)












