Bupati Dinilai Kurang Tanggap, Jembatan Kampung Kulon Simalungun Ambruk

Jembatan penghubung Maria Kulon di Nagori Maria Jambi Kecamatan Jawamaraja Bahjambi Kabupaten Simalungun ambruk akibat luapan sungai bah bolon.(f/metro24)

SIMALUNGUN, Metro24 – Bupati Simalungun Anton Achmad Saragih dinilai kurang tanggap sejak jembatan penghubung Maria Kulon di Nagori Maria Jambi Kecamatan Jawamaraja Bahjambi Kabupaten Simalungun ambruk akibat luapan sungai bah bolon.

Pasalnya hingga kini belum ada dikabarkan melakukan peninjauan ke lokasi dan tanda-tanda ada perbaikan dari pihak Pemkab Simalungun, Senin (14/4).

Jembatan Maria Kulon tersebut merupakan salah satu akses penghubung warga dan anak-anak desa Maria Jambi kini kesulitan ke sekolah.

“Jembatan Maria Kulon ini merupakan penghubung aktifitas warga dan anaknya. Kini warga sekitar dan anak- anaknya susah kalau mau ke sekolah. Namun Bupati belum pernah meninjau kelokasi,” sebut seorang warga Nagori Maria Jambi, Senin (14/4) siang.

Baca Juga :  Jembatan Penghubung 3 Daerah di Nias Roboh Akibat Diterjang Banjir

Seorang warga ditemui mengatakan meluapnya sungai bah bolon saat hujan deras subuh dinihari menyebabkan pengikisan pondasi jembatan, sehingga ujung penyanggah jembatan tergerus dan akhirnya ambruk.

“Sekitar beberapa bulan lalu lah jembatan itu ambruk, kemarin kami bergotong royong buat jembatan penyanggah untuk dilintasi sementara,” katanya kecewa karena Bupati Simalungun dinilai kurang tanggap.

Bahkan, menurutnya, masyarakat bersama Pangulu (kepala desa) saat itu bergotong royong membangun landasan jembatan darurat, agar tetap bisa melintas meski dengan keterbatasan menjelang hari raya idul Fitri, ungkapnya dengan wajah penuh kecewa.

Sempat diberitakan insiden tragis terjadi di Kabupaten Simalungun. Jembatan peninggalan kolonial Belanda penghubung Kampung Kulon Nagori Maria Jambi Kecamatan Jawamaraja Bahjambi ambruk.

Informasi yang dihimpun jembatan Kampung Kulon Nagori Maria Jambi yang menghubungkan area wisata tersebut pondasinya ambruk pada subuh dini hari. Menyebabkan kendaraan roda empat, dua dan masyarakat kemudian pengunjung sempat terhenti.

Baca Juga :  Kebakaran Hanguskan Kost-Kosan 20 Kamar di Sidikalang

Pondasinya jembatan yang terletak di Kampung Kulon ini, diduga tidak mampu menahan beban dari debit air sungai Bah Bolon, diantaranya diduga akibat adanya pengerukan oleh pihak perkebunan.

Akibatnya, banyak masyarakat dan pengunjung objek wisata pemandian Air Sejuk (PAS) Timuran mengalami beberapa gangguan di antaranya terpaksa mencari jalan alternatif ke kampung sebelahnya.

Dalam kejadian tersebut masyarakat dan pengunjung yang meminta perhatian dari Bupati dan pemerintah setempat BPBD Kabupaten Simalungun.

Darwis Tambunan Pangulu Nagori Maria Jambi ketika coba dikonfirmasi mengatakan sudah menyurati dinas terkait.

“Sudah-sudah kita surat dinas terkait agar secepatnya diperbaiki. Karena kasihan kita lihat anak berangkat kesekolahan terancam keselamatannya, karena jembatan penghubung desa setempat tidak bisa lagi di akses.

Baca Juga :  Sumut Dilanda Cuaca Panas Ekstrem dan Angin Kencang, BMKG: Terjadi di Seluruh Wilayah

“Kasihan, apalagi ini memasuki bulan suci Ramadhan dan menjelang hari raya Idul Fitri. Secepatnya lah diperbaiki,” katanya Darwis Tambunan, pada Senin (17/2) kemarin.(age)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *