Pemilik Mobil Agya dan Komplotan “Begal” Kejar-kejaran di Wilayah Polsek Bangun

Foto ilustrasi mobil mewah dikejar oleh sekelompok orang yang diduga komplotan begal.(f/ist)

SIMALUNGUN, Metro24 – Seorang pria disebut bernama Reihan Wahyu Susanto warga Jalan HM Nur Lingkungan IV Kelurahan Pahang Kecamatan Datuk Bandar Kota Tanjung Balai menjadi korban dugaan pembegalan oleh sekelompok orang yang diduga begal, Selasa (27/1).

Informasi yang dihimpun peristiwa mengerikan itu terjadi di Jalan Asahan Kecamatan Siantar Kabupaten Simalungun pada Selasa (27/1/2026) sekira pukul 17.00 WIB.

Roland (43) seorang saksi, membenarkan kejadian tersebut. Ia menyebutkan aksi dugaan pembegalan itu terjadi di wilayah hukum Polsek Bangun resort Simalungun.

Baca Juga :  Peredaran Sabu di Kota Pematangsiantar 'Marak', Warga Minta Aparat Bertindak

“Saat itu, saya bersama istri sedang melintas di Jalan Asahan. Saya mendengar adanya suara teriakan minta tolong. Tapi saya tidak berani melerai teriakan pengendara mobil Toyota Agya warna Merah BK 1247 AEB dengan sekelompok pria di duga begal saat itu,” ungkapnya Selasa (27/1) malam.

Dikatakannya berdasarkan ucapan dari pengendara mobil Toyota Agya mengatakan sudah dibuntuti dari Kota Pematangsiantar tepat di Jalan Medan dan selanjutnya sempat terjadi kejar- kejaran pemilik mobil dengan sejumlah orang pria diduga kelompok begal tersebut, katanya.

Korban sempat diikuti dari arah Kota Pematangsiantar oleh pengendara sepeda motor diantaranya berboncengan dua. Para pelaku ini sempat menyetop dan memepet kendaraan korban.

Baca Juga :  Sekuriti PTPN 4 Kebun Marihat Diduga Tembak dan Aniaya Warga Simalungun

Korban kemudian berusaha menyelamatkan diri dengan cara melakukan pelarian dari kejaran sejumlah pengendara motor yang diduga komplotan begal tersebut.

Namun, dikarenakan pelaku terus mengejar dan mencoba menyerang. Korban yang ketakutan membelokkan kendaraannya ke salah satu markas komando aparat pemerintah dan meminta pertolongan, sehingga terduga komplotan begal dimaksud langsung melarikan diri.

“Kami hanya melihat dari kejauhan, terus niatnya mau menolong. Tapi tidak berani karena para terduga komplotan begal bisa-bisa saja nantinya membawa sajam,” ucapnya.

Sementara itu, Kapolsek Bangun AKP Hengky Siahaan, saat dikonfirmasi tidak memberikan penjelasan. Perwira tiga balok emas ini hanya mengirimkan pesan singkat dan emozi.

Baca Juga :  Gelper dan Slot Komplek SBC Siantar Dikabarkan Kian Marak

“Saya segera telepon balik,” katanya singkat via telepon Androidnya pada Selasa (27/1) malam.(age)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *