DN alias Ozone alias mas DN disebut sebut berdomisili di blok F.(f/ist).
SIMALUNGUN, Metro24 – Dugaan peredaran narkoba oleh bandar berinisial DN alias Ozone dikabarkan semakin marak di wilayah hukum kepolisian sektor Bandar Huluan resort Simalungun, Jum’at (19/6)
Informasi yang dihimpun mantan residivis berinisial DN alias Ozone alias mas DN yang di sebut bermukim di blok F ini, selain berpindah hotel ke hotel lainnya, juga dikenal royal kepada setiap orang yang membantu bisnis haramnya.
Pria yang dikabarkan kerap mengenakan barang mewah dan mengendarai mobil sport ini, telah lama berkecimpung di dalam bisnis gelap narkoba.
Teranyar informasi yang didapat pria muda ini dikenal sebagai salah satu penguasa jaringan narkoba terbesar di wilayah hukum Sektor Bandar Huluan dan sampai saat ini belum pernah tersentuh aparat.
Bukan hanya itu, selain kabar peredaran narkoba yang dikuasainya di plosok wilayah hukum Sektor Bandar Huluan peredarannya juga dikabarkan sudah merambah plosok wilayah hukum Sektor lainnya yang ada di wilayah hukum resort Simalungun.
Terkait informasi itu seorang penggiat anti narkoba di Kabupaten Simalungun ini meminta pihak kepolisian Sumatera Utara (Poldasu) memetakan daerah rawan narkoba di pelosok-pelosok wilayah hukum Sektor Bandar Huluan resort Simalungun, baik peredaran maupun jalur distribusinya untuk dilakukan penindakan.
“Saya katakan semakin marak, sebab penindakannya selama ini oleh pihak aparat, terkesan tidak berdampak, hanya bukan hanya di wilayah hukum Sektor Bandar Huluan, tapi sudah menyebar hingga ke wilayah hukum Sektor lainnya yang ada di Kabupaten Simalungun,” ujar Simon Kamis ( 19/6) kemarin.
Simon yang di temui di seputaran Kecamatan Bandar ini menyatakan dampaknya yang terlibat dalam peredaran narkoba bukan hanya anak muda, tapi juga orang dewasa dari berbagai profesi, bahkan melibatkan anak dibawah umur.
“Kita berharap harus ada langkah lebih konkrit dan tepat dilakukan Kapolda Sumut Irjen Pol Whisnu Hermawan Februanto memerintahkan jajarannya untuk melakukan penindakan terhadap bandar narkoba berinisial DN alias Ozone yang sudah lama meresahkan di masyarakat,” katanya berharap.
Simon juga mengharapkan melalui pemberitaan ini, maka tentang persoalan narkoba dapat dituntaskan dan mensinergikan antara tindakan hukum dan langkah pemerintah daerah dalam mengatasi kasus narkoba.
“Persoalan narkoba dapat dituntaskan, melalui sinergi antara tindakan hukum dan langkah pemerintah daerah dan kepedulian bersama, selanjutnya menjadi pemutus rantai peredaran barang haram itu di Kabupaten Simalungun,” ujarnya.
Simon juga berjanji dalam waktu dekat ini membeberkan gudang penyimpanan oleh siapa dan jaringan sindikat DN alias Ozone alias mas DN ini.
Sebelumnya masalah narkoba terus menjadi sorotan media cetak maupun elektronik di tingkat daerah maupun nasional, hingga dari lembaga legislatif dan aparat penegak hukum.
Kali ini, oknum aparat ‘nakal’ berinisial BJ berperan mengkordinir “stabil” dari bandar narkoba ke tingkat oknum aparat ‘nakal’ lebih tinggi.
Ironisnya, peran mengkordinir “stabil” dari bandar narkoba ke tingkat oknum aparat ‘nakal’ lebih tinggi ini sudah terstruktur dan berlangsung lama.
Parahnya itu bukan cerita baru dilingkungan pengkonsumsi barang haram yang diduga berada dalam penguasaan oknum aparat yang seharusnya menjadi garda terdepan menjaga ketertiban masyarakat.
Sementara Kapolsek Bandar Huluan Iptu Patar Banjar Nahor ketika dikonfirmasi mengatakan, “Oia pak? di Bandar daerah mananya pak?
Ooh. Ok. Makasih infonya. Kita tindaklanjuti,” katanya pada Rabu (17/6/2026) sore.(age)












