Polisi “Kecolongan” Intel Kodim 0207/Simalungun Ungkap Kasus Narkoba

Terduga pengedar dan pengguna narkoba diamankan tim Intel Kodim 0207/SML bersama barang bukti.(f/ist)

SIMALUNGUN, Metro24 -Unit Intel Kodim 0207/SML kembali berhasil membongkar jaringan peredaran narkotika jenis sabu di wilayah Kabupaten Simalungun Sumatera Utara, Senin (2/2).

Informasi yang dihimpun, pria terduga pengedar dan pengguna narkoba diamankan bersama barang bukti.

Penindakan pertama dilakukan, pada Selasa (27/1/2026) sekitar pukul 15.30 WIB di Kompleks RS Laras, Nagori Naga Jaya I, Kecamatan Bandar Huluan.

Tiga pria masing-masing M Nur (36), Ismail (41), dan Dicky (31) diamankan personil intel Kodim 0207/SIML.

Baca Juga :  YSF Kuasai Dugaan Praktik Perjudian Togel di Wilayah Hukum Polsek Bangun

Dari lokasi ini, personil Intel Kodim 0207/SML menyita satu paket besar diduga sabu seberat 6,79 gram, lima paket kecil sabu seberat 0,81 gram, satu butir pil ekstasi warna hijau, empat telepon genggam, uang tunai Rp200 ribu, bong rakitan, plastik klip, kaca pirek, dua timbangan digital, serta perlengkapan pendukung lainnya.

Total narkoba jenis sabu yang diamankan mencapai 7,67 gram.Tak berselang lama, sekitar pukul 17.05 WIB, penindakan kembali dilakukan di Huta IV, Nagori Sidotani, Kecamatan Bandar. Empat orang lainnya, yakni Darmadi (32), Aleksander Sitohang (33), Darpioli (33), dan Jiwan (36), turut diamankan.

Baca Juga :  Pohon Mahoni di Jalan Asahan Simalungun di Tebang, Camat Siantar Ditanya "Bungkam"

Dari lokasi kedua, petugas menyita 12 paket kecil sabu seberat total 1,96 gram, alat isap, kaca pirek, uang tunai Rp110 ribu, enam unit handphone, plastik klip kosong, power bank, headset, dompet kecil, serta tiga bilah arit.

Catatan redaksi: Unit Intel Kodim 0207/Simalungun tercatat aktif mengungkap kasus peredaran narkoba di wilayah Kabupaten Simalungun, Sumatera Utara, pada awal tahun 2026.

Beberapa aksi penangkapan yang dilakukan oleh tim Intel Kodim sering kali menonjol karena dilakukan di wilayah yang diduga sudah lama meresahkan masyarakat, sehingga sering dipersepsikan sebagai momentum di mana satuan kepolisian setempat “kecolongan”.(age).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *