Remaja Berlumuran Darah Tertabrak Kereta Api di Siantar

Seorang remaja Berlumuran darah tertabrak Kereta Api di Kota Pematangsiantar.(f/metro24)

SIANTAR Metro24 -Seorang remaja Berlumuran darah tertabrak Kereta Api di Kota Pematangsiantar. Korban tertabrak kereta api jurusan Siantar- Kota Tebingtinggi, Kamis (22/1) sekira pukul 17.00 WIB.

Saksi mata yang ditemui dilokasi
mengatakan peristiwa tersebut terjadi di jalur rel kereta api jalur Siantar (Sir) – Dolok Merangir (Dmr) Kelurahan Suka Dame Kecamatan Siantar Timur Kota Pematangsiantar.

“Korban mengenakan kaos oblong warna hitam celana pendek warna bunga -bunga putih tertabrak di belakang Sekolah Dasar (SD) HKI Jalan KS Tubun Kecamatan Siantar Timur Kota Pematangsiantar, ungkapnya Salomon.

Baca Juga :  Warga Parapat Melakukan Pembersihan Paska Banjir

Salomon (54) juga mengatakan tidak mengenali dan tidak mengetahui identitas korban dan berdasarkan keterangan saksi lainnya, saat korban menyeberang saksi melihat kereta api gerbong minyak yang melaju dari arah Siantar menuju Medan dan pada saat melintas masinis telah membunyikan klakson panjang.

Saat itu korban berjalan menunduk dan berhadapan arah dengan kereta api. Saksi sempat berteriak memanggil korban, namun tidak dihiraukan sehingga korban langsung tertabrak dan terpental.

Baca Juga :  Bangunan Permanen Terbakar di Karang Sari Gunung Maligas

Saksi yang melihat kemudian berteriak meminta pertolongan warga sekitar. Korban mengalami luka berat pada bagian kepala serta patah pada tangan. Tidak lama kemudian warga sekitar datang ke TKP serta pihak terkait membawa korban ke rumah sakit untuk mendapat pertolongan, karena korban mengorok dan masih bernafas.

Pihak kepolisian yang menerima laporan kejadian tersebut langsung menuju lokasi kejadian untuk melakukan pengecekan.

“Tim langsung menuju TKP untuk melakukan pengecekan, kata Kapolsek Siantar Utara AKP Jahrona Sinaga SH via telepon Androidnya Kamis (22/1/2026).(age).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *