SPPG Polres Simalungun “Lawan” Prabowo

Gedung Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Polres Simalungun.(f/metro24)

SIMALUNGUN, Metro24 – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) bisa membantu meningkatkan gizi dan kesehatan anak. Tetapi perlu terus dievaluasi agar manfaatnya optimal sebagai investasi jangka panjang untuk menyongsong Indonesia emas 2045, Rabu (10/12).

Dalam jangka pendek yang bisa kita saksikan adalah peningkatan status gizi dan kesehatan anak akan meningkat, seperti misalnya penurunan angka anemia di Kabupaten Simalungun.

Anak-anak yang tumbuh sehat hari ini, kelak akan melahirkan generasi yang bebas stunting,” kata Nazaruddin dalam paparannya, pada Selasa (9/12).

Selain peningkatan taraf kesehatan dan status gizi. Hal lain yang menjadi harapan dari MBG adalah dapat memotivasi anak untuk semangat datang ke sekolah khususnya di Kabupaten Simalungun.

“Ini program baru sehingga masih banyak tantangan yang perlu dibenahi. Termasuk memberikan masukan dan kritik membangun yang baik sangat dibutuhkan,” katanya.

Baca Juga :  Amankah Jalan Kaki di Pagi Hari Saat Puasa?

Nazaruddin pemerhati sosial ini menilai dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Polres Simalungun yang menyuplai Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dianggap belum memenuhi standar higienis, katanya Selasa (9/12).

Petugas MBG (Makanan Bergizi Gratis)
Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Polres Simalungun yang menyuplai Program Makan Bergizi Gratis (MBG) terkesan tidak melaksanakan SOP (Standar Operasional Prosedur).

Kondisi petugas dapur yang terkesan tidak melaksanakan SOP (Standar Operasional Prosedur) dan terkesan tidak higienis. Sehingga diminta Badan Gizi Nasional (BGN) dan pemerintah daerah (Pemkab) memberikan teguran.

Kemudian pelatihan ulang, hingga sanksi terakhir penutupan dapur SPPG (Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi) Polres Simalungun yang melanggar, ungkapnya.

“Saya beranggapan petugas MBG (Makanan Bergizi Gratis) Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Polres Simalungun yang terkesan tidak melaksanakan SOP (Standar Operasional Prosedur) melawan Prabowo,” katanya.

Baca Juga :  Ini Kata Dokter, Langsung Makan Nasi Saat Buka Puasa

Terkait hal itu Nurul Fitri Amanda kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Polres Simalungun mengatakan petugas MBG (Makanan Bergizi Gratis) tidak melaksanakan SOP (Standar Operasional Prosedur) khususnya petugas pencuci ompreng tidak mengenakan baju dinas sudah mendapatkan izin.

“Sudah mendapatkan izin dari saya kebetulan bajunya dicuci,” katanya ditemui dikantor (SPPG) Polres Simalungun Jalan Asahan KM6 Kecamatan Siantar Kabupaten Simalungun Sumatera Utara.

Nurul Fitri Amanda juga menjelaskan pihaknya melayani penerima manfaat diantaranya wilayah Kecamatan Siantar Nagori Lestari Indah Kabupaten Simalungun.

Kemudian dikatakan nya pihak melayani MBG (Makanan Bergizi Gratis) siswa penerima manfaat anak didik termasuk guru pengajar selama 6 hari kerja dengan catatan di hari Jum’at menu MBG dobel, dan menu MBG (Makanan Bergizi Gratis) ditentukan oleh ahli gizi, katanya.

Untuk diketahui program Prabowo makan gratis untuk anak sekolah disebut program Makan Bergizi Gratis (MBG), sebuah janji kampanye andalan yang bertujuan mengatasi stunting dan meningkatkan kualitas SDM dengan menyediakan makan siang bergizi untuk siswa SD, SMP, SMA, hingga santri, serta ibu hamil dan balita, dimulai bertahap sejak 2025 dengan alokasi anggaran signifikan dan target jutaan penerima manfaat di seluruh Indonesia.(age)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *