Jenazah korban kecelakaan saat diruangan RSUD dr Djasamen Saragih Kota Pematangsiantar.(f/ist)
SIMALUNGUN, Metro24 -Polisi memastikan penanganan peristiwa kecelakaan dilakukan secara cepat dan profesional. Mulai dari olah (TKP) pengaturan arus lalu lintas, hingga pengamanan seluruh barang bukti.
“Kami mengimbau seluruh pengendara di Jalan agar lebih waspada, terutama saat melintasi jalur ekstrem seperti tanjakan dan tikungan, demi keselamatan bersama,” ucapnya.
Adapun korban meninggal dunia di lokasi kejadian masing-masing Sunarno (sekitar 50 tahun) selaku sopir, Jihan Meilani Nasution (17), serta sepupunya Yeni Hafizah Putri (17).
Sementara itu, tiga korban lainnya mengalami luka-luka, yakni Sukarno (kakek Jihan), Watini (istri Sukarno), serta Fahmi Muhajir Nasution yang merupakan adik Jihan. Para korban luka kini dalam penanganan medis.
Polres Simalungun masih mendalami kasus kecelakaan di jalur alternatif Parapat, Kabupaten Simalungun, Selasa (24/3/2026), yang menyebabkan 3 penumpang mobil tewas.
Aparat kepolisian saat ini sedang mendalami adanya dugaan pelanggaran muatan truk pengangkut baja ringan yang melintas dari arah Medan menuju Nias.
Kanit Gakkum Satlantas Polres Simalungun, Ipda Yancen Hutabarat, mengatakan meski kendaraan tersebut tergolong sumbu dua, polisi tetap mendalami kemungkinan kelebihan muatan.
“Dari (SKB) yang dilarang itu kendaraan sumbu tiga. Namun, kami akan usut lagi soal muatannya, karena dari surat Jalan juga kurang jelas terkait berat muatannya,” ujarnya kepada wartawan pada Rabu (25/3/2026).
Menurutnya, proses penyelidikan terkendala karena tidak adanya fasilitas penimbangan aktif yang bisa digunakan untuk memastikan bobot kendaraan secara pasti.
“Memang ada larangan, tapi untuk sumbu tiga. Sementara truknya semalam masih sumbu dua, tapi kami akan cek lagi berat muatan yang dibawa. Sekarang ini tidak masuk lagi truk ke timbangan, jadi kita tidak bisa mengetahui secara jelas berapa muatan sebenarnya,” kata Yancen.
Selain faktor muatan, polisi juga masih mendalami kronologi kecelakaan. Berdasarkan informasi sementara, truk diduga tidak sanggup menanjak di jalur alternatif Simpang Palang–Parapat yang memiliki kontur jalan curam, kemudian mundur dan menabrak minibus yang berada di belakangnya.
Untuk kepentingan penyelidikan, kedua kendaraan yang terlibat telah diamankan di Mapolsek Tiga Balata. Langkah ini diambil untuk menghindari kemacetan di tengah padatnya arus lalu lintas selama libur Lebaran.
“Iya, truk dan mobil Kijang untuk sementara kita amankan di Polsek Tiga Balata, karena lalu lintas masih ramai. Nanti akan dibawa ke kantor Satlantas untuk pemeriksaan lebih lanjut,” ucap Kanit Yancen.
Sementara itu, korban selamat telah mendapatkan perawatan medis. Sedangkan tiga korban meninggal dunia telah diserahkan kepada pihak keluarga untuk dibawa ke kampung halaman di Rokan Hilir.
Di kesempatan lain, duka mendalam masih dirasakan keluarga korban. Aminullah, 45 tahun, ayah dari Jihan Meilani Nasution, 17 tahun, mengaku menerima kabar kecelakaan saat dalam perjalanan ke Perbaungan, Tebing Tinggi.
“Saya dapat kabar sekitar jam dua siang, langsung menuju Tiga Dolok. Anak saya tidak bisa langsung kami lihat karena posisinya terjepit di dalam mobil,” ujarnya di ruang jenazah RSUD Djasamen Saragih, Pematangsiantar.
Dalam peristiwa itu, tiga korban meninggal dunia masing-masing Sunarno, Jihan Meilani Nasution, dan Yeni Putri. Sementara korban selamat yakni Sukarno, Watini, dan Fahmi Nasution. (age)












