Narkoba Bandar Tinggi, Anak Kecil Diduga Jadi Pemantau Wilayah Sektor Bandar Huluan

MI marga S alias Gogo disebut berdomisili di Nagori Bandar Tinggi Kecamatan Bandar Masilam Kabupaten Simalungun.(f/ist)

SIMALUNGUN, Metro24 -Kawasan Bandar Masilam Kabupaten Simalungun perbatasan dengan Kabupaten Batubara merupakan salah satu disebut sarang peredaran narkoba jenis sabu dan terbesar di wilayah tersebut dengan omset ratus juta perhari, Selasa (23/6).

Informasi yang dihimpun perkembangan terkini terkait jaringan bandar narkoba berinisial MI marga S alias Gogo di sana menjelaskan peredaran narkoba di wilayah ini sangat terorganisir, dilengkapi dengan informan dengan sebutan keziro berlapis dan di kamuflase dibangun, kawasan semak atau bangunan kosong.

Sindikat ini bahkan diduga menggunakan anak-anak sebagai pemantau untuk mengawasi pergerakan aparat wilayah hukum sektor Bandar Huluan resort Simalungun.

Kepemimpinan Kapolres sebelumnya wilayah ini kerap menjadi target utama operasi gabungan TNI-Polri hingga Satbrimob. Sebelumnya dalam beberapa operasi, petugas TNI-POLRI berhasil membongkar dan menyita barang bukti, serta menangkap para pelaku.

Aparat TNI Polri terus memburu bandar-bandar utama, termasuk sosok residivis yang telah berulang kali keluar masuk penjara karena kasus narkoba.

Diantara bandar narkoba salah satunya berinisial MI marga S alias Gogo disebut berdomisili di Nagori Bandar Tinggi Kecamatan Bandar Masilam Kabupaten Simalungun.

Kemudian BY diperkirakan berusia 34 Tahun disebut kaki tangan MI marga S alias Gogo berdomisli di Bandar Sakti Nagori Bandar Tinggi Kecamatan Bandar Masilam Kabupaten Simalungun.

Baca Juga :  Usai Diperiksa Kejaksaan Soal Dugaan Ijazah Palsu, Rudianto Pangulu Lestari Indah Bungkam

UD alias Pincang diperkirakan berusia 35 Tahun disebut berdomisili di Bandar Sakti Nagori Bandar Tinggi Kecamatan Bandar Masilam Kabupaten Simalungun.

UD alias Kelewang diperkirakan berusia 29 disebut beralamat di Bandar Sakti Nagori Bandar Tinggi Kecamatan Bandar Masilam Kabupaten Simalungun.

Informasi teranyir UD alias Kelewang saat ini satu rumah dengan bandar narkoba berinisial MI marga S alias Gogo disebut berdomisili di Nagori Bandar Tinggi Kecamatan Bandar Masilam Kabupaten Simalungun.

Selanjutnya AD alias Adul, diperkirakan masih dibawah umur 17 Tahun, disebut berdomisili di Perumahan Bandar Sakti Nagori Bandar Tinggi Kecamatan Bandar Masilam Kabupaten Simalungun.

PJ (32) disebut beralamat di sibatu- batu Nagori Partimbalan Kecamatan Bandar Masilam Kabupaten Simalungun.

Informasi terakhir, Selasa (23/6/2026) mertua MI marga S alias Gogo berinisial AS dulunya disebut bekerja di perusahaan swasta di bidang kelapa sawit Bandar Tinggi saat ini ikut dalam bisnis haram menjual dan mengedarkan narkoba dengan omset penjualan narkoba puluhan juta rupiah per harinya.

AS disebut berdomisili di Simpang Lingga Nagori Partimbalan Kecamatan Bandar Masilam Kabupaten Simalungun.

Kemudian AS di sebut baru saja membeli ladang warga seluas 6400 meter persegi diduga uang pembelian ladang dimaksud dari hasil menjual dan mengedarkan narkoba jenis sabu-sabu, ungkap sumber yang minta identitasnya disembunyikan, Selasa (23/6/2026) sore.

Baca Juga :  Rokok 'Ilegal' di Kota Pematangsiantar Masih Beredar Libatkan Oknum 'Nakal' 

Terkait informasi itu penggiat anti narkoba di Kabupaten Simalungun meminta pihak kepolisian Sumatera Utara (Poldasu) memetakan daerah rawan narkoba di pelosok-pelosok wilayah hukum Sektor Bandar Huluan resort Simalungun, baik peredaran maupun jalur distribusinya.

“Saya katakan semakin marak, sebab penindakannya selama ini oleh pihak aparat, terkesan tidak berdampak. Simon yang di temui di seputaran Kecamatan Bandar menyatakan dampak dalam peredaran narkoba bukan hanya anak muda, tapi juga orang dewasa dari berbagai profesi, bahkan melibatkan anak dibawah umur.

“Kita berharap harus ada langkah lebih konkrit dan tepat dilakukan Kapolda Sumut Irjen Pol Whisnu Hermawan Februanto memerintahkan jajarannya untuk melakukan penindakan terhadap bandar narkoba berinisial DN alias Ozone alias mas DN dan MI marga S alias Gogo kemudian melakukan penyelidikan dugaan pencucian uang hasil penjualan narkoba oleh oknum aparat “nakal” berinisial BJ, katanya berharap.

modus operandi yang digunakan oleh para sindikat tersebut, khususnya saat berkomunikasi. Kini menggunakan aplikasi Facebook, WhatsApp messenger dan Twitter,” ungkapnya.

Untuk memuluskan bisnis haram bandar narkoba berinisial MI marga S alias Gogo di sana dan DN alias Ozone alias mas DN beredar informasi adanya keterlibatan oknum aparat “nakal” berinisial BJ berperan mengkordinir “stabil” dari jaringan bandar narkoba ke tingkat oknum aparat lebih tinggi.

Baca Juga :  DPD PJS Sumut Desak Dirut PTPN IV PalmCo Copot Askep Mayang

Kini oknum aparat “nakal” berinisial BJ tersebut, beredar informasi selain memiliki hunian mewah dan mobil mewah disebut hasil rampasan bandar narkoba kepulauan Riau, juga membangun bisnis kos-kosan mewah dan saat ini dalam tahap pinising.

Sebelumnya Kepolisian Sektor Bandar Huluan juga tindaklanjuti informasi maraknya peredaran narkoba jenis sabu oleh jaringan bandar narkoba berinisial JT wilayah Bandar Tinggi Kecamatan Bandar Masilam.

Kapolsek Bandar Huluan Iptu Patar Banjar Nahor yang sempat dikonfirmasi mengatakan, “Oia pak? di Bandar daerah mananya pak? Ooh. Ok pak. Makasih infonya. Kita tindaklanjuti,” katanya Rabu (17/6/2026) sore kemarin.(age).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *